Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Federasi Rusia menyepakati empat dokumen kerja sama yang pengumumannya disaksikan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dalam rangkaian kunjungan resmi Presiden Prabowo di Istana Konstantinovskiy, St. Petersburg, prosesi pertukaran empat dokumen kerja sama itu digelar sebelum pernyataan pers bersama oleh Presiden Prabowo dan Presiden Putin.
Adapun MoU yang disepakati oleh Indonesia dan Rusia itu meliputi:
1. Persetujuan kerja sama bidang pendidikan tinggi antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI dan Kementerian Sains dan Pendidikan Tinggi Rusia;
2. Memorandum Saling Pengertian tentang kerja sama bidang transportasi antara Kementerian Perhubungan RI dan Kementerian Perhubungan Rusia;
Namun, yang paling patut diapresiasi dari acara ini adalah keberaniannya untuk tidak hanya berbicara tentang inovasi produk, tetapi juga menggerakkan aksi lingkungan secara nyata.
Kolaborasi dengan Greeneration Foundation dari Indonesia dalam menyelenggarakan seminar lingkungan dan lokakarya daur ulang merupakan langkah konkret yang menyentuh langsung akar persoalan lingkungan di Indonesia terutama tentang volume sampah plastik yang terus meningkat.
Menurut data dari SIPSN (KLHK), Indonesia menghasilkan sekitar 34,2 juta ton sampah per tahun, dengan sekitar 40 persen di antaranya belum terkelola.
Dalam konteks ini, aksi kecil berupa pembuatan eco roster dari limbah plastik di Taiwan Excellence Happy Run menjadi simbol transformatif dari pendekatan ekonomi hijau yang berorientasi solusi, kolaboratif, dan berbasis edukasi publik.